Posted in Hollywood

Karakter james bond akan diperankan wanita?

Tokoh agen rahasia James Bond, sejak tahun 60-an sebagai awal kemunculannya memang selalu diperankan oleh sosok yang serupa, yaitu pria kulit putih. Tetapi pasca Daniel Craig, kebiasaan ini mungkin mengalami perubahan. Ini sebagaimana yang dikatakan oleh Barbara Broccoli, produser waralaba James Bond dalam interview dengan Daily Mail.

 

Pada wawancara tersebut di tak menampik kemungkinkan bahwa James Bond masa depan mungkin saja akan diperankan oleh actor berkulit hitam bahkan wanita. Broccoli juga menyatakan bahwa apa pun dapat terjadi mengingat film-film James Bond ini adalah cerminan dari masa ke masa sehingga pihaknya berusaha mendorong lebih jauh.

 

Sebagai pemeran James Bond saat ini, Daniel Craig dinilai sudah sangat memuaskan, tetapi sang produser Togel hongkong belum mau mengungkapkan dengan gambling apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

Idris Elba calon James Bond yang baru?

Beberapa waktu yang lalu sempat beredar rumor bahwa actor Star Trek Beyond, Idris Elba digadang-gadang untuk menjadi agen 007 selanjutnya.

 

Tetapi para fans membuat gossip ini semakin liar bahkan sempat membuat sang actor geram karena menghubungkannya dengan isu ras. Selain itu ada pihak lain yang juga bersuara bahwa Elba tengah mempromosikan dirinya untuk menjadi James Bond walaupun ia sendiri menyangkal hal itu.

 

Sementara Daniel Craig yang masih mempunyai kewajiban untuk sekali lagi memerankan agen rahasia nan tampan ini secara blak-blakan memberi pernyataan kepada media bahwa ia sudah tak ingin menjadi James Bond lagi. Rencananya film James Bond terbaru itu akan ditayangkan di tahun depan.

 

Deretan actor pemeran James Bond

Untuk mengingatkan Anda, inilah deretan actor kawakan yang pernah memerankan tokoh James Bond.

 

Sean Connery

Actor yang sekarang berusia 85 tahun ini membintangi 7 film James Bond mulai dari tahun1962 hingga 1983. Ia jugalah yang pertama kali memerankan Bond dalam film perdananya, Dr. No. Seluruh film James Bond yang dibintanginya sukses meraih Box Office. Ia memang menetapkan standar yang tinggi untuk karakter ini karena keberhasilannya mengombinasikan versi Bond yang cerdas, sangat kuat, kejam, tetapi juga rendah hati dan sopan.

 

George Lazenby

Pemeran Bond kedua ini gagal menyamai prestasi Connery dengan kegagalannya pada pemasaran film James Bond: On Her Majesty’s Secret. Akhirnya peran tersebut kembali kepada Sean Connery karena Lazenby yang kelahiran Australia tak terlalu fasih berbicara bahasa Inggris dengan aksen British.

 

Roger Moore

Moore adalah actor pemeran James Bond dalam waktu yang paling lama. Berbeda dengan Connery,  ia membawakan karakter sang Agen 007 dengan lebih “halus” serta berperikemanusiaan. Ia juga actor tertua saat memerankan James Bond, yaitu 45 tahun dan menyatakan pensiun setelah berusia 58 tahun.

 

Timoty Dalton

Actor kawakan ini membintangi dua film James Bond yaitu ‘The Living Daylights’ (1987) dan‘Licence to Kill’ (1989). Ia dinilai tak terlalu berhasil menampilkan sosok Bond dengan karakter yang kuat sebagaimana Sean Connery dan Roger Moore. Dari segi kekonyolan dan fantasi ia mencoba mengimitasi Moore namun dinilai kurang berhasil. Para kritikus juga menilai ia terlalu serius sebagai agen rahasia yang playboy ini.

Pierce Brosnan

Kegagalan Timothy Dalton ditebus oleh Pierce Brosnan yang mampu menggabungkan karakter Sean Connery sekaligus Roger Moore dalam James Bond versinya. Publik pun tergila-gila pada sosok Lethal Playboy sekaligus gentleman dengan pembawaan menawan yang sedikit arogan. Brosnan memerankan karakter ini mulai tahun 1997 hingga 2002 pada 4 filmnya, yaitu, ‘GoldenEye’ (1995),’Tomorrow Never Dies’ (1997), ‘The World Is Not Enough’ (1999), dan ‘Die Another Day'(2002).

 

Daniel Craig

Daniel Craig juga dinilai cukup sukses memerankan agen 007 dengan versi modern. Ia mengawali debutnya sebagai Bond pada 2006 dan hingga saat ini telah memerankan hingga 4 film James Bond. Sebelum pensiun, Craig masih harus menyelesaikan kontraknya dengan membintangi film James Bond sekali lagi di tahun depan.

Posted in PSSI

Gelar Kongres di Serpong, PSSI Enggan Pakai Hotel Mewah

PSSI memiliki rencana untuk menggelar Kongres Tahunan pada tanggal 13 Januari 2018 mendatang tepatnya di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Serpong. Ratu Tisha Destria selaku Sekjen PSSI, mengatakan bahwa pihaknya ingin mencoba sesuatu yang baru dalam Kongres Tahunan untuk kali ini.

Enggan Pakai Hotel Mewah Berbintang

Selaku Sekjen PSSI, Tisha Destria mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menggelar kongres di hotel berbintang. “Tempat kongres tak akan di hotel. Kami akan menggelar kongres di area kongres sebenarnya yakni di ICE BSD,” ungkapnya. Saat ditanyai soal mengapa tidak di hotel mewah berbintang seperti sebelum-sebelumnya, ia mengatakan bahwa ini hanya alasan teknis saja

“Ini sih lebih ke alasan teknis saja, ya. Sebab kalau di hotel, kami mesti melakukan set up ulang namun di lokasi itu sudah ditata. Peserta bakal mulai sampai pada tanggal 12 Januari dan di tanggal 13 Januari kami bakal menggelar kongres,” ujarnya.

Untuk bisa menggelar Kongres Tahunan di ICE BSD pasalnya menjadi sebuah terobosan yang baru bagi PSSI. Hal ini dikarenakan sebelumnya PSSI selalu menggelar Kongres di sebuah hotel berbintang, bukan di sebuah tempat kegiatan ekshibisi. Saat ditanyai soal persiapannya, Tisha mengatakan bahwa persiapannya sudah baik. “Persiapannya sudah baik sejauh ini karena kongres itu untuk pertama kalinya kami mencoba untuk mengadakan di tempat  konferensi pada umumnya. Kami tidak menyewa ruang yang eksklusif seperti yang sebelumnya. Kami coba untuk bisa membaur dengan masyarakat sekitar dan ya, di area convention ICE BSD,” ungkap Tisha.

Akan Bahas Agenda Penting

Tisha lebih lanjut lagi mengatakan bahwa peserta Kongres Tahunan PSSI akan datang untuk melakukan pendaftaran di tanggal 12 Januari 2018. Ada sejumlah agenda penting yang mana akan dibahas di dalam kongres besar ini. salah satu di antaranya adalah pengesahan dari program 2018 PSSI yang mana bisa dikatakan cukup krusial karena mereka menyambut 9 buah event internasional di sepanjang tahun 2018. Salah satunya adalah Indonesia yang menjadi tuan rumah dari ajang Piala Asia U-19 tahun mendatang. Agenda yang tak kalah pentingnya lagi juga tentang pembahasan statutas PSSI, lalu mereka juga akan membahas evaluasi dan juga program-program yang ada di depan mata.

“Area yang krusial pertama adalah perbaikan soal regulasinya. Kemudian ada juga pembahasan program yang mana menjadi turunan dari statute. Serta, tak kalah pentingnya kami juga akan ada pengembangan anggiota PSSI,” ungkapnya lagi.

“Selain itu ada pengembangan anggota, baik klub professional, yang amatir, atau juga perpanjangan PSSI pada level Asosiasi Provinsi. Itu banyak sekali program yang kami susun dan dikawinkan dengan kompetisi internasional. Jadi ya, mungkin beberapa kompetisi internasional tersebut akan kami perjuangkan untuk bisa dilaksanakan tak hanya di Jakarta dan sekitarnya saja,” imbuh Tisha.

Menghadapi banyak sekali ajang internasional yang digelar di Indonesia, Tisha juga menambahkan bahwa PSSI akan melakukan sebuah perekrutan terbuka. “Sedang disusun programnya. Nanti bakal kami umumkan lewat situs. Kami saat ini membutuhkan dukungan, dan inilah saatnya untuk bisa membuktikan bahwa sepakbola Indonesia milik kita bersama,” katanya.

Tisha pun menambahkan bahwasanya untuk 2018 mendatang agenda dari Timnas Indonesia bisa dikatakan cukup padat. Setidaknya ada 9 buah angenda Timnas dan salah satunya adalah agenda mereka di Asian Games 2018. Dan setelah itu langsung disusul oleh Piala Asia U-19.