Gugus Tugas Ungkap Anak Muda Tanpa Gejala Bisa Menjadi Silent Killer

Anggota tim pakar gugus tugas penanganan COVID-19 Dokter Budi Santoso berkata bahwa kaum muda sering sekali tidak sadar bahwa mereka telah terpapar virus Corona karena tak merasakan gejala penyakit tersebut.

Kaum Muda Sering Tak Sadar Telah Terpapar Virus Corona Karena Tak Rasakan Gejala

Mereka sekarang ini disebut sebagai OTG atau Orang Tanpa Gejala yang menurut Budi bisa jadi penular atau silent Killer bagi orang-orang sekitarnya sangat besar. “ khusus kaum muda Penyakit ini (Corona) di kaum muda paling besar tak menimbulkan gejala atau Biasanya kita sebut dengan  orang tanpa gejala (OTG),” ungkapnya dalam sebuah video konferensi pers daring pada hari Rabu (6/5). 

“ OTG inilah yang sebenarnya sering kita bilang sebagai silent Killer,”  lanjutnya lagi. 

OTG sendiri adalah istilah bagi orang-orang yang mungkin pernah bersentuhan langsung dengan penderita virus Corona yang sudah positif sehingga mereka tertular. kemudian orang tersebut menderita atau merasakan gejala virus Corona seperti demam tinggi dan juga sesak nafas. Dan karena tidak ada gejala toto togel online tersebut OTG Terkadang juga tidak sadar bahwa dirinya sudah terinfeksi.  Status kaum muda sebagai OTG atau silent Killer menurut Budi karena sering salah mempersepsikan flu yang mereka derita tersebut dan tidak sedikit dari mereka juga terkesan menyepelekan.

“Mereka cuma mengira, ‘ oh, ini cuma flu biasa saja’ ‘ oh ini tidak apa-apa.’  akhirnya mereka tidak sadar tidak bisa menjaga komunitasnya,”  tuturnya lagi.

Banyak Pasien Positif Corona yang Datang dari OTG

Sebelumnya kepala gugus tugas penanganan COVID-19,  Doni monardo mengatakan bahwa mayoritas pasien positif korona adalah sebenarnya para OTG. “Prosentase OTG cukup tinggi sebanyak 76% pasien positif virus korona adalah OTG,”  ujarnya dalam  pembukaan Musrenbangas pada hari Kamis (30/4) beberapa waktu yang lalu.

Hal ini dipertegas oleh satuan gugus tugas penanganan virus Corona Sumatera Barat yang mencatat ada 3 kasus baru positif 21 warga positif terinfeksi Virus Corona yang ada di wilayah itu pada awal April 2020 yang lalu.  alhasil jumlah keseluruhan kasus positif di wilayah itu pada saat itu mencapai 21 orang. 

 Kepala Biro Humas setda Prov Sumbar,  Jasman Rizal, berkata bahwa satu dari 3 pasien baru tersebut adalah perempuan dengan usia 26 tahun.  Pasien itu merupakan istri dari pasien pertama yang positif dan dirawat di rumah sakit umum daerah  atau RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi yang pasalnya terbakar di Malaysia. Saat itu mereka dirawat  di RSUD Achmad Mochtar. 

“Keadaan pasien pertama, suami yang bersangkutan sudah mulai membaik dan berdasarkan hasil swab pertama dinyatakan negatif. Akan tetapi, untuk memastikannya, perlu pemeriksaan swab kali lagi.  jika negatif, maka suaminya bisa keluar dari rumah sakit atau sesuai dengan anjuran dokter,”  ungkap Jasman pada saat itu dilansir dari CNN Indonesia. 

Dirinya juga menginformasikan bahwa pasien terbaru yang lainnya adalah pria dengan usia 36 tahun dan perempuan berumur 22 tahun yang mana merupakan Warga Padang.  mereka sebelumnya tidak menunjukkan gejala klinis sama sekali dan Bahkan mereka diketahui positif virus Corona setelah hasil swab tenggorokan keluar.  Namun demikian mereka tidak dirawat di rumah sakit melainkan melakukan isolasi Mandiri saja.  Jasman mengatakan bahwa 21 warga sumber yang positif warna sebanyak 4 orang diantaranya dirawat di RSUP  M Djamil Padang,  4 orang yang lainnya di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi dan 1 orang di Semen Padang Hospital. kemudian ada 10 orang yang melakukan isolasi Mandiri, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.