Kemenpora Desak INASGOC Jelaskan Harga-Harga Tiket Asian Games

Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia) bakal mengirim surat kepada Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 yakni INASGOC soal harga tiket upacara pembukaannya.

Sebelumnya Siapkan 2 Jenis Harga Tiket

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) pasalnya beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa mereka menyiapkan 2 jenis tiket yang akan dijual selama perhelatan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang di bulan Agustus sampai dengan September mendatang.

Sarman Simanjorang, Direktur Marketing INASGOC, menyatakan bahwa harga jenis tiket itu adalah lokal dan internasional. “Untuk harga, itu ada 2 macam, ya, harga lokal dan internasional,” ungkap Sarman di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (29/6) minggu lalu. ia juga menjelaskan keputusan penerapan adanya 2 harga tiket oleh INASGOC itu. menurutnya, hal itu dianggap sangat wajar diterapkan di dalam agenda internasional seperti gelaran Asian Games.

“Pertimbangannya yang pertama adalah bahwa di beberapa event internasional memang selalu ada seperti itu juga. Jadi ya harga lokalnya pasti beda dengan harga internasional. Keduanya ya boleh dikataan kalau kita kurs-kan ke dollar kan nantinya juga sangat murah,” lanjutnya.

Adapun perbedaan harga itu itu didasarkan pada kartu identitas atau juga nomor telepon di saat proses pembelian tiket judi bola dengan sistem online. sarman juga menambahkan bahwa tiket internasional dijual 20% lebih tinggi daripada tiket lokal. “Mereka kan kalau beli nanti menunjukkan paspor, nah otomatis bakal dikenakan harga internasional. Lalu kedua dari nomor HP luar, maka otomatis akan jadi harga internasional juga,” imbuhnya.

Harga tiketnya juga tergantung pada venue dan juga olahraga apa yang akan disaksikan. “Kalau di Indonesia kan olahraga utamanya sepak bola, lalu bulutangksi, lalu basket, lalu voli, itu cabang olahraga favorit atas, lalu yang menengah itu ada renang, atletik. Jadi kalau harganya sangat variatif ya tergantung itu juga,” tukasnya.

Kemenpora Minta INASGOC Jelaskan Soal Harga

Tiket untuk upacara pembukaan yang mana digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah bisa dibeli melalui situs kiosTix dengan 3 pilihan yaitu Rp. 750 ribu, Rp. 1,5 juta dan Rp. 5 juta. Harga tersebut pasalnya membuat riuh netizen karena mereka menganggapnya terlalu mahal. “Kami hari ini dan juga tadi malam sudah lapor ke Pak Menteri (Menpora, Imam Nahrawi) kami akan minta keterangan dari INASGOC soal dasar penerapan tiket itu. karena ini kan berhubungan dengan masyarakt dan DPR, yang ditanya ya pasti Kemenpora,” ungkap Gatot dilansir dari CNN Indonesia.

“Kami sudah layangkan tiket ke INASGOC hari ini, Saya juga bagian dari INASGOC namun pada penetapan harga saya sedang tak ada di tempat,” lanjutnya.

Gatot sendiri enggan melabeli tiket itu mahal atau tidak. namun Kemenpora perlu dapat penjelasan lebih soal itu. “Harapannya INASGOC itu bisa menyampaikan kejelasan pada public sendiri, dasarnya apa? Lalu ini kan tahun politik. Apapun harga yang menyangkut kepentingan umum, akan menjadi makin sensitive tentunya,” ucapnya lebih lanjut.

Harga tiket pembukaan Asian Games 2018 juga menjadi topic pembicaraan di media sosial. Sebagian besar netize menggap kisaran harga tiket itu terlalu mahal. Kendati demikian ada juga netizen yang memberi pengertian dan juga memaklumi harga itu.

Sementara untuk harga tiket upacara penutupannya, INASGOC menetapkan harga Rp, 450 ribu, Rp. 1 juta dan Rp. 2 juta.

Masih Buruk, Timnas U-19 Kalah Telak Dari Persis Solo

Jika sesuai dengan jadwal, timnas U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 pada 1-14 Juli 2018 dan Piala Asia U-19 pada 18 Oktober-4 November 2018. Sama-sama digelar di Indonesia, PR skuad Garuda Muda tidaklah mudah. Demi memiliki persiapan yang maksimal, timnas U-19 pun melakukan serangkaian uji coba. Awalnya pelatih Indra Sjafri berharap timnas Iran U-19 akan jadi lawan uji coba tapi baru bisa dilakukan seusai Lebaran sehingga pilihan pun jatuh ke Persis Solo.

 

Diharapkan bisa tampil menjanjikan, timnas U-19 justru dipermalukan Laskar Samber Nyawa dengan skor 0-3 dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Manahan Solo hari Senin (28/5) kemarin. Persis tampil begitu mendominasi sehingga sudah melancarkan gol pertama di menit ke-17 melalui Tri Handoko yang memanfaatkan kesalahan kiper M. Aqil Savik.

 

Beberapa kali memiliki peluang, sentuhan akhir timnas U-19 masih cukup buruk hingga akhirnya petaka terjadi di menit ke-81 saat Nur Hidayat melakukan gol bunuh diri karena gagal mengantisipasi umpan silang dari sisi kanan. Menutup pertandingan uji coba itu, Persis mampu mencetak gol ketiganya pada injury time di menit ke-93 lewat Johan Yoga, seperti dilansir Detiksport.

 

Menanggapi kekalahan itu, Indra justru tampak cukup tenang. Kepada Kompas, dirinya mengaku bahwa kalah atau menang bukanlah hal utama dalam uji coba itu karena dia memang ingin melihat kondisi timnas U-19 setelah hampir empat bulan absen melatih. Sekedar informasi, Indra memang sempat dicopot PSSI sebagai pelatih togel singapura timnas U-19 pada akhir November 2017.

 

Timnas U-19 Akan Hadapi PSS Sleman

 

Kekalahan telak atas Persis Solo jelas jadi alarm yang sangat berbahaya untuk timnas U-19. Menrut pemain depan timnas U-19 asal Papua yakni Todd Rivaldo Ferre, timnya memang memiliki kekurangan di penyelesaian akhir. Kini setelah melawan Persis Solo, timnas U-19 siap meladeni klub Liga 2 lainnya yakni PSS Sleman hari Sabtu (2/6) esok.

 

Dengan hasil ujicoba yang dirasa masih di bawah harapan, Indra menjelaskan kalau masa pemusatan latihan timnas U-19 akan diperpanjang hingga 4 Juni 2018 di Yogyakarta. Ujicoba dengan PSS akan jadi agenda terakhir pemusatan latihan tahap pertama, seperti dilansir Bolasport.

 

Ada Lima Wajah Baru Timnas U-19

 

Jika sebelumnya timnas U-19 memang begitu lekat dengan sosok Egy, maka untuk persiapan dua kompetisi yang bakal mereka hadapi, Idnra sampai memanggil lima pemain baru. Kelima remaja itu masuk dalam bagian 28 pemain yang dipanggil Indra untuk pemusatan latihan timnas U-19 di Yogyakarta. Dilansir Detiksport, lima wajah baru itu adalah M. Iqbal B (SKO Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), M Firli (Bogor FC), M Rafi Syarahil (Barito Putera) dan Gunansar Mandowen (Persipura).

 

Melihat profil punggawa baru Garuda Muda ini memang cukup menjanjikan. Seperti Iqbal yang sudah pernah mengikuti kejuaraan di Thailand dan India. Pemuda berusia 17 tahun itu pernah satu klub dengan Egy di Persab Brebes saat menjuarai Piala Soeration 2016. Ada juga Rizqy yang pernah membela klub Bali United U-17 dan PSS Sleman U-19. Sementara Gunansar jadi talenta asal Papua yang sudah tercatat sebagai pemain Persipura U-19. Apakah Kelima wajah baru ini mampu bersinar? Ditunggu saja.

Tottenham Dibungkam Juventus 1 – 2 di Wembley

Masih hangat, Tottenham resmi tersingkir dari Liga Champions setelah Juventus mencetak dua gol ke gawang mereka untuk memastikan kemenangan Poker online bagi Si Nyonya Tua di pertandingan kedua dalam bentorkan 16 besar di Wembley sekaligus lolos ke babak perempat final. Kemenangan dengan agregat 4-3.ini memastikan Juventus melaju ke babak berikutnya.Sementara Spurs harus rela mengubur harapan dan impian raih kemenangan di Liga Champions tahun ini.

Spurs Berkuasa di Pertandingan Pertama

Heung-min Son, pada menit ke-39 berhasil membuka kemenangan untuk Spurs dengan mencetak gol. Banyak yang menduga bahwa Spurs akan masuk babak perempat final. Memang, di pertandingan pertama, Spurs tampil mengesankan. Bahkan skor bertahan 1 – 0 sampai turun minum. Tapi, keadaan berubah saat babak kedua. Juve mengejutkan tuan rumah saat Gonzalo Higuain melakukan serangan dan mencetak gol pertama di menit 64 dan kemudian disusul oleh Paulo Dybala yang mencetak gol kedua, 3 menit kemudian (menit ke 67).

Bahkan, Harry Kane, sang idola Spurs juga tidak berbuat banyak. Akhirnya, Juventus pun merayakan kemenangan mereka dengan gegap gempita saat peluit panjang dibunyikan. Terlihat bos Spurs, Mauricio Pochettino langsung menuju terowongan, setelah melihat timnya menghilangkan peluang emas untuk masuk babak delapan besar untuk pertama kalinya sejak 2010/11.

Pertandingan ini memang tidak seperti di Turin, di mana Juventus mencetak dua gol dalam 10 menit pembukaan pertandingan.Kali ini adalah Spurs yang memulai dengan cepat, karena mereka ingin membuat jarak dari mulai pertandingan.Son pun berhasil menerobos masuk barisan pertahanan dan Gianluigi Buffon tidak bisa melakukan banyak hal. Kane juga berada tepat di depan namun tendangannya masih meleset.

Gonzalo Higuain Jadi Man of The Match

Juventus benar-benar terpojok di menit ke-17 saat mereka tidak mendapat penalti setelah Jan Vertonghen melakukan sleding dan mengenai Douglas Costa dari belakang.Juve harusnya mendapatkan hadiah pinalti saat itu.Namun, itu adalah momen positif yang langka bagi pengunjung yang yang terburu menyimpulkan kekalahan Si Nyonya Tua.

Beberapa kali terlihat Buffon menepiskan sundulan dari Son dan Dele Alli termasuk Kane yang juga terus melakukan serangan hingga tembakan dari Son berhasil memecah kebuntuan di menit ke 39 babak pertama.Miralem Pjanic hampir membalas dengan cepat dengan tembakan keras tapi sedikit melebar.Namun di sini perlawanan Juventus sudah mulai terlihat dan mulai agresif.

Di babak kedua, semua berubah.Juventus bahkan lebih dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Pertama, Sami Khedira memberikan umpan manis untuk Higuain masuk dan kemudian Dybala memainkan perannya sampai dia berhasil melewati Hugo Lloris. Spurs tampak tertekan hingga di 20 menit terakhir mereka hendak menyamakan kedudukan lewat sundulan Kane.Sayangnya, sundulannya masih meleset.

Permainan apik Juventus tidak bisa dilepaskan dari aksi Higuain.Memang, Giorgio Chiellini melakukan aksi yang sangat bagus di barisan pertahanan Juventus, tapi Higuain telah melakukan banyak hal yang pada akhirnya menentukan kemenangan Juve.Dia mulai membuka kemenangan di menit ke 64 dan digandakan oleh Dybala di menit 67 sehingga skor berakhir 2 – 1 untuk Juventus.

Dengan ini, maka Juventus berhak masuk ke babak perempat final dan akan berhadapan dengan beberapa klub lainnya. Bukan suatu yang mustahil jika Juventus akan menjuarai Liga Champions. Tentu saja, beberapa klub lain juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Kita akan saksikan pertunjukan Liga Champions berikutnya.

Ian Wright: Pemain Arsenal Telah Biarkan Wenger Tersungkur

Nasib Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal selama 22 tahun semakin di ujung tanduk. Menurut mantan pemain sepakbola professional yang kini aktif sebagai komentator di berbagai TV olahraga seperti BBC Sport, Ian Wright memberikan komentar cukup pedas jika para pemain Arsenal telah turut andil dalam menurunnya karir Arsene Wenger. Mereka telah membiarkan Wenger tersungkur.

Kepercayaan yang Hilang

Klub asuhan Wenger dibuat tidak berdaya ketika berhadapan dengan Manchester City di final Piala Carabao pada hari Minggu di Wembley dengan skor telak 0 – 3 untuk City.Sejak saat itu juga, Wenger menapatkan kritik yang begitu pedas atas penampilan klub yang kian menurun.Wright, yang berbicara dalam acara The Debate di Sky Sports, mengkritik para pemain yang telihat begitu kendor di Wembley dan di pertandingan lainnya yang membuat nasib Wenger semakin tak menentu di Emirates untuk musim kontrak terakhirnya pada 2018/19.

Wright mengatakan: “Ini benar-benar sangat buruk bagaimana akhirnya (Arsenal) di final pada hari Minggu kemarin. Saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan anak laki-laki sekarang (para pemain Arsenal) untuk mengembalikan kepercayaan yang telah ditunjukkan manajer kepadanya. Saya pikir mereka telah mengecewakannya dalam banyak kesempatan, dan mereka melakukannya lagi pada hari Minggu.”

Menurut Wright, lemahnya para pemain Arsenal mulai terlihat ketika skor menunjukkan 2 – 0. Mereka terlihat begitu lemah dan dalam hal final Piala Carabao, bagi Wright ini adalah hal yang sulit untuk ditonton. Menurutnya, para pemain tidak melakukan pertandingan tersebut untuk sang manajer. Bahkan, tidak ada rasa tanggungjawab dari para pemain kepada Wenger.

Di sisi lain, Wenger juga tidak menunjukkan apa yang seharusnya ditunjukkan. Wright mengharapkan, di akhir karirnya atau paling tidak menjelang kontraknya berakhir, Wenger melakukan gebrakan yang dinamis dan bekerja keras untuk masuk ke Liga Eropa, tapi hal ini tidak terjadi. Ini semakin menguatkan tentang rencana pergantian Wenger dengan manajer lain. Mungkin, ini sudah waktunya bagi Wenger.

Mungkinkah Diego Simeone atau Antonio Conte Gantikan Wenger?

Pembicaraan tentang penggantian Wenger telah berlangsung beberapa tahun dan kini mendekati puncaknya. Sebelumnya, sudah ada beberapa nama yang diprediksikan akan menggantikan posisi Wenger. Mereka dalah Diego Simeone dan Antonio Conte.Hanya saja, sejauh ini siapa yang menggantikan Wenger masih berupa spekulasi dan belum ada konfirmasi resmi dari Arsenal.

Andy Townsend, komentator lain di acara The Debate bersama Wright juga turut memberikan tanggapan tentang hal ini. Dia menegaskan bahwa memang ada perubahan taktik yang dibutuhkan dan gaya bermain menarik yang menjadi ciri khas Wenger di klub, tapi itu belum tentu penting bagi masa depan klub. Townsend juga berpendapat dibutuhkan orang yang mampu memahami banyak hal di tubuh Arsenal.

Dia berkata: “Saya pikir itu akan membutuhkan perubahan taktik, perubahan mentalitas, saya akan meminta seseorang di luar untuk mewujudkan gagasan mereka, mempercayai gagasan mereka. Dia menambahkan; “Saya tidak berpikir Anda akan mendapatkan Diego Simeone, tapi itu adalah flip yang akan mengubah klub. Dia adalah manajer yang penuh gairah.”

Wright juga menambahkan: “Saya pikir itu baru saja berjalan, dan para pemain dapat merasakannya.Hal ini (sudah) sampai pada titik di mana di (Wenger) berada di jalan buntu, dinding bata, dan para pemain juga bisa merasakannya.””Perlu seseorang untuk masuk dan menggoyang tempat itu sedikit,” imbuhnya. Mungkinkah Arsenal akan segera mencari pengganti Wenger dalam waktu dekat? Kita akan tunggu kabar selanjutnya.