Tottenham Dibungkam Juventus 1 – 2 di Wembley

Masih hangat, Tottenham resmi tersingkir dari Liga Champions setelah Juventus mencetak dua gol ke gawang mereka untuk memastikan kemenangan Poker online bagi Si Nyonya Tua di pertandingan kedua dalam bentorkan 16 besar di Wembley sekaligus lolos ke babak perempat final. Kemenangan dengan agregat 4-3.ini memastikan Juventus melaju ke babak berikutnya.Sementara Spurs harus rela mengubur harapan dan impian raih kemenangan di Liga Champions tahun ini.

Spurs Berkuasa di Pertandingan Pertama

Heung-min Son, pada menit ke-39 berhasil membuka kemenangan untuk Spurs dengan mencetak gol. Banyak yang menduga bahwa Spurs akan masuk babak perempat final. Memang, di pertandingan pertama, Spurs tampil mengesankan. Bahkan skor bertahan 1 – 0 sampai turun minum. Tapi, keadaan berubah saat babak kedua. Juve mengejutkan tuan rumah saat Gonzalo Higuain melakukan serangan dan mencetak gol pertama di menit 64 dan kemudian disusul oleh Paulo Dybala yang mencetak gol kedua, 3 menit kemudian (menit ke 67).

Bahkan, Harry Kane, sang idola Spurs juga tidak berbuat banyak. Akhirnya, Juventus pun merayakan kemenangan mereka dengan gegap gempita saat peluit panjang dibunyikan. Terlihat bos Spurs, Mauricio Pochettino langsung menuju terowongan, setelah melihat timnya menghilangkan peluang emas untuk masuk babak delapan besar untuk pertama kalinya sejak 2010/11.

Pertandingan ini memang tidak seperti di Turin, di mana Juventus mencetak dua gol dalam 10 menit pembukaan pertandingan.Kali ini adalah Spurs yang memulai dengan cepat, karena mereka ingin membuat jarak dari mulai pertandingan.Son pun berhasil menerobos masuk barisan pertahanan dan Gianluigi Buffon tidak bisa melakukan banyak hal. Kane juga berada tepat di depan namun tendangannya masih meleset.

Gonzalo Higuain Jadi Man of The Match

Juventus benar-benar terpojok di menit ke-17 saat mereka tidak mendapat penalti setelah Jan Vertonghen melakukan sleding dan mengenai Douglas Costa dari belakang.Juve harusnya mendapatkan hadiah pinalti saat itu.Namun, itu adalah momen positif yang langka bagi pengunjung yang yang terburu menyimpulkan kekalahan Si Nyonya Tua.

Beberapa kali terlihat Buffon menepiskan sundulan dari Son dan Dele Alli termasuk Kane yang juga terus melakukan serangan hingga tembakan dari Son berhasil memecah kebuntuan di menit ke 39 babak pertama.Miralem Pjanic hampir membalas dengan cepat dengan tembakan keras tapi sedikit melebar.Namun di sini perlawanan Juventus sudah mulai terlihat dan mulai agresif.

Di babak kedua, semua berubah.Juventus bahkan lebih dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Pertama, Sami Khedira memberikan umpan manis untuk Higuain masuk dan kemudian Dybala memainkan perannya sampai dia berhasil melewati Hugo Lloris. Spurs tampak tertekan hingga di 20 menit terakhir mereka hendak menyamakan kedudukan lewat sundulan Kane.Sayangnya, sundulannya masih meleset.

Permainan apik Juventus tidak bisa dilepaskan dari aksi Higuain.Memang, Giorgio Chiellini melakukan aksi yang sangat bagus di barisan pertahanan Juventus, tapi Higuain telah melakukan banyak hal yang pada akhirnya menentukan kemenangan Juve.Dia mulai membuka kemenangan di menit ke 64 dan digandakan oleh Dybala di menit 67 sehingga skor berakhir 2 – 1 untuk Juventus.

Dengan ini, maka Juventus berhak masuk ke babak perempat final dan akan berhadapan dengan beberapa klub lainnya. Bukan suatu yang mustahil jika Juventus akan menjuarai Liga Champions. Tentu saja, beberapa klub lain juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Kita akan saksikan pertunjukan Liga Champions berikutnya.

Ian Wright: Pemain Arsenal Telah Biarkan Wenger Tersungkur

Nasib Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal selama 22 tahun semakin di ujung tanduk. Menurut mantan pemain sepakbola professional yang kini aktif sebagai komentator di berbagai TV olahraga seperti BBC Sport, Ian Wright memberikan komentar cukup pedas jika para pemain Arsenal telah turut andil dalam menurunnya karir Arsene Wenger. Mereka telah membiarkan Wenger tersungkur.

Kepercayaan yang Hilang

Klub asuhan Wenger dibuat tidak berdaya ketika berhadapan dengan Manchester City di final Piala Carabao pada hari Minggu di Wembley dengan skor telak 0 – 3 untuk City.Sejak saat itu juga, Wenger menapatkan kritik yang begitu pedas atas penampilan klub yang kian menurun.Wright, yang berbicara dalam acara The Debate di Sky Sports, mengkritik para pemain yang telihat begitu kendor di Wembley dan di pertandingan lainnya yang membuat nasib Wenger semakin tak menentu di Emirates untuk musim kontrak terakhirnya pada 2018/19.

Wright mengatakan: “Ini benar-benar sangat buruk bagaimana akhirnya (Arsenal) di final pada hari Minggu kemarin. Saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan anak laki-laki sekarang (para pemain Arsenal) untuk mengembalikan kepercayaan yang telah ditunjukkan manajer kepadanya. Saya pikir mereka telah mengecewakannya dalam banyak kesempatan, dan mereka melakukannya lagi pada hari Minggu.”

Menurut Wright, lemahnya para pemain Arsenal mulai terlihat ketika skor menunjukkan 2 – 0. Mereka terlihat begitu lemah dan dalam hal final Piala Carabao, bagi Wright ini adalah hal yang sulit untuk ditonton. Menurutnya, para pemain tidak melakukan pertandingan tersebut untuk sang manajer. Bahkan, tidak ada rasa tanggungjawab dari para pemain kepada Wenger.

Di sisi lain, Wenger juga tidak menunjukkan apa yang seharusnya ditunjukkan. Wright mengharapkan, di akhir karirnya atau paling tidak menjelang kontraknya berakhir, Wenger melakukan gebrakan yang dinamis dan bekerja keras untuk masuk ke Liga Eropa, tapi hal ini tidak terjadi. Ini semakin menguatkan tentang rencana pergantian Wenger dengan manajer lain. Mungkin, ini sudah waktunya bagi Wenger.

Mungkinkah Diego Simeone atau Antonio Conte Gantikan Wenger?

Pembicaraan tentang penggantian Wenger telah berlangsung beberapa tahun dan kini mendekati puncaknya. Sebelumnya, sudah ada beberapa nama yang diprediksikan akan menggantikan posisi Wenger. Mereka dalah Diego Simeone dan Antonio Conte.Hanya saja, sejauh ini siapa yang menggantikan Wenger masih berupa spekulasi dan belum ada konfirmasi resmi dari Arsenal.

Andy Townsend, komentator lain di acara The Debate bersama Wright juga turut memberikan tanggapan tentang hal ini. Dia menegaskan bahwa memang ada perubahan taktik yang dibutuhkan dan gaya bermain menarik yang menjadi ciri khas Wenger di klub, tapi itu belum tentu penting bagi masa depan klub. Townsend juga berpendapat dibutuhkan orang yang mampu memahami banyak hal di tubuh Arsenal.

Dia berkata: “Saya pikir itu akan membutuhkan perubahan taktik, perubahan mentalitas, saya akan meminta seseorang di luar untuk mewujudkan gagasan mereka, mempercayai gagasan mereka. Dia menambahkan; “Saya tidak berpikir Anda akan mendapatkan Diego Simeone, tapi itu adalah flip yang akan mengubah klub. Dia adalah manajer yang penuh gairah.”

Wright juga menambahkan: “Saya pikir itu baru saja berjalan, dan para pemain dapat merasakannya.Hal ini (sudah) sampai pada titik di mana di (Wenger) berada di jalan buntu, dinding bata, dan para pemain juga bisa merasakannya.””Perlu seseorang untuk masuk dan menggoyang tempat itu sedikit,” imbuhnya. Mungkinkah Arsenal akan segera mencari pengganti Wenger dalam waktu dekat? Kita akan tunggu kabar selanjutnya.