Cerita Dubes Tantowi Soal Kehidupan Selandia Baru Yang Bebas Covid

Selandia Baru adalah salah satu negara yang sangat amat dipuji karena prestasinya yang berhasil menekan pandemi covid-19. Semenjak laporan kasus pertama virus Corona di akhir Februari 2020 yang lalu pemerintah setempat akhirnya mengarahkan berbagai macam upaya untuk bisa menekan penyebarannya.

Usaha Selandia Baru Untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Dan pada akhir Oktober yang lalu, akhirnya menteri Jacinda Ardern mengatakan bahwasanya Selandia Baru berhasil untuk menaklukkan gelombang kedua dari virus Corona ini. Ardern juga menyatakan bahwa virus terkendali setelah 12 hari tanpa adanya kasus baru yang terkonfirmasi di Auckland. Dirinya juga turut memberikan selamat kepada warga dikarenakan sudah bertahan dalam keadaan Lockdown yang kedua.

Paling tidak negara tersebut menerapkan tiga buah kebijakan pengeluaran hk 2020 supaya bisa melakukan penekanan penyebaran virus Corona. Tiga buah kebijakan tersebut adalah memperketat pengawasan pada perbatasan, menerapkan sistem Lockdown dan juga menjaga jarak guna mencegah penularan pada masyarakat serta tekun untuk menggelar pemeriksaan, penelusuran kontak sampai dengan karantina Mandiri. Dan hasilnya adalah negara tersebut semua melaporkan totalnya 2.096 kasus saja, 25 kematian dan sebanyak 2.015 dinyatakan sembuh.

Dubes Tantowi Berikan Cerita Covid-19 Di Selandia Baru

Duta besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Semoa dan juga Kerajaan Tonga, yaitu Tantowi Yahya membagikan ceritanya tentang bagaimana kondisi terkini di sana lewat wawancara eksklusif nya yang kami kutip dari CNN Indonesia. Dia menyebutkan bahwa Selandia baru sekarang ini sudah beraktivitas normal seperti biasanya dan warga tidak lagi menggunakan masker.

Ketika ditanya Bagaimanakah situasi terkini di Selandia Baru terkait dengan pandemi virus Corona dirinya mengatakan bahwa bisa dibilang negara tersebut sedang terbebas dari virus tersebut Walaupun memang ada beberapa kasus antara 1 sampai dengan 4 kasus dalam beberapa hari namun itu adalah kasus yang terjadi di tempat isolasi.

Ini artinya adalah mereka merupakan penumpang yang datang dari luar negeri Karena di sana Siapa saja yang datang masih di karantina selama 2 minggu. Dan selama karantina itu pada hari ketiga dan juga hari ke-12 mereka mesti dites swab. Dan kasus-kasus baru yang mana ditemukan ada di orang-orang tersebut. Namun,  penawaran ataupun infeksi sudah tak ada lagi. “Kami di sini sudah bisa disebut hidup normal dan tidak perlu memakai masker, tidak perlu menjaga jarak kemudian tidak ada pembatasan untuk berkumpul.”

Tapi menurutnya katakan ke luar negeri yang artinya orang New Zealand tak bisa keluar negeri dan orang dari luar dia itu warga negara asing tidak boleh masuk Kecuali mereka warga negara dan juga penduduk asli yang mana kembali ke Selandia Baru.

Menurutnya warga yang datang dari luar negeri macam-macam dan bahkan hampir dari seluruh dunia karena orang Selandia Baru pasalnya tersebar dimana-mana. Ada yang dari Asia, Afrika, Amerika dan juga Eropa. Secara bergiliran mereka masuk kembali ke negara tersebut dengan alasan kemanusiaan dan jumlah alasan-alasan yang lain. Menurut dirinya juga kebiasaan untuk selalu waspada merupakan kebiasaan yang terbawa di negara tersebut ketika menerapkan sistem Lockdown. Jadi kebiasaan yang bagus seperti misalnya mencuci tangan masih terus dilakukan walaupun di sini sudah tidak ada keharusan lagi. Namun untuk hand sanitizer juga sudah tersedia dimana-mana dan masyarakat juga menggunakannya sebagai bentuk dari normal baru. Dirinya juga mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi anjuran dari pemerintah untuk tetap menggunakan masker kecuali ketika berada di dalam alat transportasi.

Empat Bintang Arsenal yang Langgar Aturan Lockdown

Empat orang bintang Arsenal yaitu Alexandre Lacazette, Nicolas Pepe, David Luiz, dan Granit Xaha mau tak mau mendapatkan teguran dari pihak klub setelah mereka mendapatkan teguran dari pihak klub. Teguran tersebut datang karena keempatnya melanggar imbauan lockdown yang diberlakukan di Inggris. Keempat pemain Arsenal itu akhirnya mendapatkan teguran setelah mereka tertangkap kamera sedang berada di luar rumah dalam tiga insiden yang berbeda.

Tertangkap Kamera Abaikan Imbauan Lockdown

Yang pertama, Pepe, tertangkap kamera tengah bermain bola dengan beberapa orang yang bukan lah anggota keluarganya di London Utara. Kemudian Xhaka dan Luiz menjalani latihannya bersama dengan jarak yang berdekatan pada sebuah taman. Sedangkan Lacazette tertangkap kamera sedang berbicara dengan seorang pembersih mobil di rumahnya.

Dikabarkan Arsenal menganggap bahwa tindakan yang dilakukan oleh keempat pemain Arsenal tersebut sebagai masalah yang serius. Pihak The Gunners sudah menegur keempat bintang Arsenal itu dan mengingatkan skuat terkait dengan kewajiban mereka di tengah-tengah berlakunya lockdown saat pandemi corona ini masih berlangsung.

Pemerintah Inggris pasalnya sebelumnya mengatakan bahwa latihan Cuma bisa dijalani seorang diri saja atau dengan orang yang tinggal bersama dengan mereka. Sedangkan tiap kegiatan di luar rumah dengan orang yang tak tinggal bersama mesti dilakukan dengan jarak minimal 2 meter.

Sejumlah Pesepakbola Inggris Juga Tertangkap Kamera ‘Kluyuran’ di Tengah Lockdown

Sebelum empat pemain bola Arsenal ini ditegur karena tertangkap kamera ‘kluyuran’ di tengah-tengah pemberlakuan lockdown, sejumlah pesepakbola Liga Inggris juga telah mendapatkan kritikan karena gagal memberikan contoh yang baik di tengah pandemic corona ini. Dua pemain tersebut adalah dua pemain klub Tottenham Hotspur yaitu Serge Aurier dan Moussa Sissoko.

Keduanya meminta maaf setelah mereka menggelar latihan bersama di sebuah taman. Sedangkan pihak pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, tertangkap kamera menggelar latihan bersama Tanguy Ndombele di taman London Utara.

Sebelumnya juga, pemain Aston Villa Jack Grealish, gelandang Chelsea Mason Mount, pemain West Ham Declan Rice dan bek Manchester City Kyle Walker, juga dikritik karena tak menjalani imbauan lockdown dari pemerintah.

Inggris Pertahankan Lockdown Hindari Gelombang Susulan Corona

Seperti yang sudah diketahui bahwa Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, menyatakan kecemasanya bakal terjadi gelombang baru penyebaran virus corona apabila pemerintahannya buru-buru mencabut kebijakan penguncian wilayah atau yang dikenal dengan lockdown ini dan pembatasan kegiatan yang diterapkan sekarang ini.

Melansir dari CNN Indonesia, Selasa (21/4), Jhonson yang mana juga sempat terinfeksi virus corona sekarang masih menjalani masa pemulihan. Sekarang ini ia sedang melakukan karantina di tempat peristirahatan perdana menteri toto togel online di Cheguers. Kemudian tanggal 20 April kemarin, juru bicaranya menyatakan bahwa ada potensi gelombang penularan susulan virus corpna ini apabila mereka bergerak terlalu cepat. Hal yang mana dikhawatirkan adalah bisa merusak system kesehatan dan perekonomian.

Johnson sendiri mengatakan bahwa untuk menghindari hal tersebut, pemerintahannya Cuma akan berpegang pada panduan dari ilmu pengetahuan untuk menentukan langkah berikutnya. Pemerintah Inggris sekarang ini memang sekarang melakukan evaluasi pemberlakuan lockdown ini. Dan nantinya hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan apa mereka bakal melonggarkan kebijakan tersebut atau malah memperketat pengawasannya.

Rishi Sunak, Penanggung Jawab Keuangan Kerajaan Inggris, mengatakan bahwa sekarang ini ada sekitar 140 ribu perusahaan yang meminta bantuan dana dari pemerintah akibat tak bisa beroperasi selama pemberlakukan lockdown ini.

Kerja di Jurnalistik Makin Berisiko Pasca Pembunuhan Mantan Wartawan di Sumut

Kasus pembunuhan dua orang pria, salah satunya adalah mantan wartawan, di Labuhanbatu, Sumatera Utara, pasalnya dikhawatirkan menambah panjang lagi daftar kasus kekerasan pada pekerja media yang terjadi di Indonesia. 

Sampai dengan hari Senin (4/11), polisi telah mengerucutkan beberapa nama pelaku pembunuhan pada Maraden Sianipar dan juga Martua Parasian Siregar yang mana masih dalam proses pengejaran. “Identitasnya sudah diketahui tapi masih belum bisa ditangkap,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Djarot lewat pesan singkatnya. 

Pelaku Masih dalam Pengejaran 

Paling tidak sudah ada 11 orang saksi yang diperiksa dan beberapa di antaranya berasal dari perusahaan minyak kelapa sawit PT Sei Alih Berombang (SAB) yang mana menguasai lahan tempat di mana ditemukannya kedua jasad korban tersebut. 

Kombes (Pol) Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Humas Polda Sumut, mengatakan bahwasanya Polda Sumut dan juga Polres Labuhanbatu indotogel sudah membentuk tim untuk turun langsung menangani kasus itu. “Sifatnya Polda Sumatera Utara memback-up penanganan kasusnya,” ungkap Tatan lewat sambungan telepon. “Kita tunggu, mudah-mudahan saja segera terungkap, ini tim lagi bekerja di lapangan.” 

Seperti yang disampaikan bahwa jasad Maraden (55 ) dan Martua (42) ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan pada Rabu (30/10) pekan lalu dan Kamis (31/10). Jasad masing-masing ditemukan di parit belakang gudang PT SAB , hanya berjarak 200 meter dari satu sama lainnya. 

Polisi sendiri menyebut bahwa Maraden yang berprofesi sebagai mantan wartawan mingguan lokal yakni Pilar Indonesia Merdeka (Pindo Merdeka), sekaligus sebagai mantan calon anggota legislative pada ajang pileg 2019. Sedangkan Martua adalah aktivis sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat.)

Kedua sendiri disebut sering menjembatani sengketa lahan yang terjadi antara warga lokal dengan pemilik lahan perkebunan kelapa sawit, PT SAB. 

Daftar Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Indonesia 

Kasus pembunuhan terhadap jurnalis bukan lah kali pertamanya terjadi di Indonesia. dan kasus Martua dan Maraden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan pekerja media di Indonesia. menurut data yang dilansir dari BBC Indoensia, paling tidak ada 10 orang wartawan Indonesia yang pasalnya tewas sejak tahun 90an, dan 8 di antaranya tewas dibunuh. 

Sebut saja salah satunya Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin. Udin merupakan wartawan Bernas yang kasusnya tidak kunjung tuntas diusut oleh polisi sampai dengan saat ini. kala itu, tahun 1996, Udin sering sekali menulis laporan yang mengkritisi kebobrokan Orde Baru. Dan ia dianiaya oleh pria yang tak dikenalnya di depan rumah kontrakannya di Yogyakarta. 

Ia kemudian menghembuskan nafas terakhirnya 3 hari setelah kejadian penganiayaan itu, tepatnya tanggal 16 Agustus 1997, setelah mengalami luka yang sangat parah di kepalanya. 

Tidak hanya Udin, namun yang lainnya juga mendapatkan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian. Mereka adalah Muhammad Sayuti Bochari (Pos Makasar) yang meninggal pada 11 Juni 1997, Naimullah (Sinar Pagi) yang meninggal di tahun yang sama, tepatnya tanggal 25 Juli. 

Pada tanggal 29 Desember 2003, Ersa Siregar dari RCTI juga dibunuh. Kemudian Herliyanto (Radar Surabaya dan Jimber News Visioner) meninggal juga pada 29 April 2006. Anak Agung Prabangsa (Radar Bali) pun dibunuh pada tanggal 11 Februari 2009. Ardiansyah Mantra’is (Merauke TV) meninggal tanggal 30 Juli 2010, Ridwan Salamun (Sun TV) meninggal 21 Agustus 2010, Alfrets Mirulewan (Pelangi Weekly) yang meninggal 17 Desember 2010 dan Leiron Kogoya (Papua Pos Nabire dan Pasifik Pos Dail) yang meninggal tanggal 8 April 2012 karena modus liputan berbahaya. 

Kerusakan Pertanian di Palestina Akibat Penyemprotan Herbisida Israel

Berdasarkan laporan terbaru telah terjadi kerusakan lahan pertanian di Palestina akibat penyemprotan herbisida oleh Israel.Herbisida tersebut disemprotkan melalui pesawat pada samping zona penyangga sepanjang jalur Gaza. Sehingga memberikan pengaruh besar bagi mata pencaharian orang – orang Palestina di sana.

Tindakan Pelanggaran Internasional

Tindakan yang dilakukan oleh Israel tersebut sebetulnya adalah pelanggaran standar Internasional, seperti yang dilansir oleh The Guardian.Laporan tersebut juga memberikan kesimpulan bahwa penyemprotan yang dilakukan menjangkau lebih dari tiga ratus meter mengarah ke pemukiman Palestina di daerah Gaza.

Ada sebuah studi yang dilaksanakan oleh Forensic Architecture, University of London menyelidiki tentang efek potensial dari penyemprotan selama 16 bulan.Dan hasil dari laporan menerangkan bahwa dalam 5 tahun terakhir ini, pesawat dari Israel telah melakukan penyemprotan itu lebih dari tiga puluh kali.

Penyemprotan tersebut dilakukan Israel dari zona penyangga Gaza yang dikendalikan Hamas.Pihak Kementerian Pertahanan Israel menjelaskan bahwa penyemprotan tersebut dilakukan karena alasan keamanan.Tindakan itu demi keperluan operasional, salah satunya untuk menghilangkan potensi teror result hk yang mengancam Israel, terutama bagi masyarakat yang tinggal berdekatan di perbatasan Gaza.

Pertanian Terganggu Sudah Lama

Daerah pertanian Palestina yang terdampak herbisida sebenarnya sudah lama terjadi. Para petani di sana menuturkan bahwa hasil panen serta mata pencaharian terganggu. Melalui video yang diambil Gisha, LSM gerakan kebebasan Tel Aviv, Forensic Architecture melakukan rekonstruksi penyimpangan herbisida dengan bantuan ahli dinamika fluida.Investigasi juga dilakukan dengan sampel daun, wawancara dengan petani serta penggunaan citra satelit dalam melakukan pemetaan efek dari penyemprotan.

Konsentrasi dari semprotan herbisida itu berbahaya dan sudah melampaui batas standar dari Uni Eropa. Adanya persentase kehilangan lahan hijau itu akan terus membesar di sepanjang perbatasan atau Gaza serta hal itu tidak pulih. Terdapat sebidang tanah dibom, dilindasbuldozer serta disemprot herbisida 2 kali dalam setahun.Hingga kini menjadi zona mati gersang, itulah penjelasan dari peneliti.

Perang di Palestina

Perang yang terjadi di Pelestina semenjak tahun 2007 sudah terjadi sebanyak tiga kali.Saat Hamas menguasai wilayah pesisir yang strategis.Lalu mendorong Israel serta Mesir memblokade jalur darat serta laut. Pada laporan sebelumnya, yang dimuat oleh situs web Israel +972 serta Haaretz, bersamaan dengan permintaan informasi kebebasan dari Gisha, sudah menemukan terkait kerusakan tanah pada sisi Gaza.

Forensic Architecture melaporkan juga bahwa penyemprotan herbisida sudah mengakibatkan kerusakan yang tidak terduga serta tidak terkendali di sisi perbatasan (Gaza).Gisha bersama – sama dengan kelompok hak – hak Palestina yang mempunyai markas di Haifa serta Al Mezan merupakan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) di Gaza.

Mereka telah mengajukan petisi pada militer Israel guna memberikan kompensasi untuk petani Gaza yang tanaman pertaniannya rusak akibat semprotan herbisida.Akan tetapi, pihak Israel memberikan penolakan atas petisi tersebut.Namun, hal itu berbeda perlakuan kepada petani Israel.Mereka justru memberikan kompensasi kepada petani Israel yang dekat zona penyangga pada tahun 2015.Hal ini karena petani melakukan tuntutan akibat kehilangan hasil panen pasca penyemprotan dilakukan.

Demikianlah laporan terkait keadaan Gaza, Palestina yang membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak.Terkuak adanya penyemprotan herbisida sungguh membuat kerugian sekaligus bencana pada warga Palestina.Lahan pertanian yang seharusnya menghasilkan justru sebaliknya, menjadi lahan gersang hingga mati.Sehingga kehidupan warganya pun sungguh menyisakan luka dan kesedihan.