Posted in PSSI

Gelar Kongres di Serpong, PSSI Enggan Pakai Hotel Mewah

PSSI memiliki rencana untuk menggelar Kongres Tahunan pada tanggal 13 Januari 2018 mendatang tepatnya di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Serpong. Ratu Tisha Destria selaku Sekjen PSSI, mengatakan bahwa pihaknya ingin mencoba sesuatu yang baru dalam Kongres Tahunan untuk kali ini.

Enggan Pakai Hotel Mewah Berbintang

Selaku Sekjen PSSI, Tisha Destria mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menggelar kongres di hotel berbintang. “Tempat kongres tak akan di hotel. Kami akan menggelar kongres di area kongres sebenarnya yakni di ICE BSD,” ungkapnya. Saat ditanyai soal mengapa tidak di hotel mewah berbintang seperti sebelum-sebelumnya, ia mengatakan bahwa ini hanya alasan teknis saja

“Ini sih lebih ke alasan teknis saja, ya. Sebab kalau di hotel, kami mesti melakukan set up ulang namun di lokasi itu sudah ditata. Peserta bakal mulai sampai pada tanggal 12 Januari dan di tanggal 13 Januari kami bakal menggelar kongres,” ujarnya.

Untuk bisa menggelar Kongres Tahunan di ICE BSD pasalnya menjadi sebuah terobosan yang baru bagi PSSI. Hal ini dikarenakan sebelumnya PSSI selalu menggelar Kongres di sebuah hotel berbintang, bukan di sebuah tempat kegiatan ekshibisi. Saat ditanyai soal persiapannya, Tisha mengatakan bahwa persiapannya sudah baik. “Persiapannya sudah baik sejauh ini karena kongres itu untuk pertama kalinya kami mencoba untuk mengadakan di tempat  konferensi pada umumnya. Kami tidak menyewa ruang yang eksklusif seperti yang sebelumnya. Kami coba untuk bisa membaur dengan masyarakat sekitar dan ya, di area convention ICE BSD,” ungkap Tisha.

Akan Bahas Agenda Penting

Tisha lebih lanjut lagi mengatakan bahwa peserta Kongres Tahunan PSSI akan datang untuk melakukan pendaftaran di tanggal 12 Januari 2018. Ada sejumlah agenda penting yang mana akan dibahas di dalam kongres besar ini. salah satu di antaranya adalah pengesahan dari program 2018 PSSI yang mana bisa dikatakan cukup krusial karena mereka menyambut 9 buah event internasional di sepanjang tahun 2018. Salah satunya adalah Indonesia yang menjadi tuan rumah dari ajang Piala Asia U-19 tahun mendatang. Agenda yang tak kalah pentingnya lagi juga tentang pembahasan statutas PSSI, lalu mereka juga akan membahas evaluasi dan juga program-program yang ada di depan mata.

“Area yang krusial pertama adalah perbaikan soal regulasinya. Kemudian ada juga pembahasan program yang mana menjadi turunan dari statute. Serta, tak kalah pentingnya kami juga akan ada pengembangan anggiota PSSI,” ungkapnya lagi.

“Selain itu ada pengembangan anggota, baik klub professional, yang amatir, atau juga perpanjangan PSSI pada level Asosiasi Provinsi. Itu banyak sekali program yang kami susun dan dikawinkan dengan kompetisi internasional. Jadi ya, mungkin beberapa kompetisi internasional tersebut akan kami perjuangkan untuk bisa dilaksanakan tak hanya di Jakarta dan sekitarnya saja,” imbuh Tisha.

Menghadapi banyak sekali ajang internasional yang digelar di Indonesia, Tisha juga menambahkan bahwa PSSI akan melakukan sebuah perekrutan terbuka. “Sedang disusun programnya. Nanti bakal kami umumkan lewat situs. Kami saat ini membutuhkan dukungan, dan inilah saatnya untuk bisa membuktikan bahwa sepakbola Indonesia milik kita bersama,” katanya.

Tisha pun menambahkan bahwasanya untuk 2018 mendatang agenda dari Timnas Indonesia bisa dikatakan cukup padat. Setidaknya ada 9 buah angenda Timnas dan salah satunya adalah agenda mereka di Asian Games 2018. Dan setelah itu langsung disusul oleh Piala Asia U-19.