Berhenti Main Basket, Kobe Bryant Sukses Raih Oscar

Basket memang jadi bagian kehidupan seorang Kobe Bryant. 20 tahun hidupnya telah dihabiskan Kobe bersama klub LA Lakers dan meraih banyak sekali gelar. Namun hampir dua tahun lalu yakni pada 2016, pria kelahiran Philadelphia berusia 39 tahun ini memutuskan untuk gantung sepatu.Lepas dari dunia basket, Kobe membuat kejutan baru yakni mampu meraih penghargaan tertinggi insan film dunia, piala Oscar.

 

Dalam malam penganugerahan 90th Academy Awards di Dolby Theathre hari Minggu (4/3) malam atau Senin (5/3) pagi waktu Indonesia, Kobe sukses meraih Oscar. Piala Oscar itu diraih Kobe dalam kategori film animasi pendek terbaik berjudul DEAR BASKETBALL yang dia buat bersama Glen Keane. Sekedar informasi, DEAR BASKETBALL dibuat berdasarkan surat pensiun pemilik lima cincin NBA itu yang dimuat di Players Tribune. DEAR BASKETBALL sendiri mengalahkan empat film animasi pendek berkualitas lain seperti GARDEN PARTY, LOU, NEGATIVE SPACE dan REVOLTING RHYMES.

 

Dalam sambutannya usai meraih Piala Oscar, Kobe menyindir pembawa acara Fox News, Laura Ingraham yang sempat mengkritik LeBron James karena bicara soal politik. Menurut Ingraham, pemain basket seharusnya sibuk mendribble bola saja, daripada berkomentar bidang lain. Kobe pun berujar, “Sebagai pemain basket, kami benar-benar harus diam dan mendribble. Saya senang kami berhasil melakukan lebih dari itu (basket).”

 

Kepada Detikhot, Kobe pun menjelaskan kalau dirinya mendapat inspirasi dari sang putra. “Anakku pernah mengatakan padaku suatu hari. Ia mengingatkan pada pesan judi bola online yang kuberikan kepadanya tentang menggapai impian. Dia bilang, capailah impianmu itu dan ini yang sedang aku lakukan sekarang.”

 

Kobe Nilai Oscar Lebih Menyenangkan Daripada Juara NBA

 

Dalam kariernya di dunia basket, Kobe sudah sukses menyumbangkan lima gelar juara NBA untuk Lakers yakni pada tahun 2000, 2001, 2002, 2009 dan 2010. Selain itu dirinya juga kali jadi MVP di babak final NBA pada tahun 2009 dan 2010 serta medali emas Olimpiade. Namun seluruh gelar juara itu sepertinya kalah istimewa jika dibandingkan Oscar pertamanya.

 

Kepada E!News Kobe angkat bicara, “Jika harus jujur dengan anda, perasaan meraih Oscar ini lebih baik ketimbang juara NBA. Saat masih kecil, mimpi saya adalah menjadi juara NBA dan bekerja sangat keras untuk merealisasikan itu. Tapi, kemudian memiliki sesuatu seperti ini, sepertinya memang sedikit keluar jalur,” ungkap Kobe seperti dilansir Detiksport.

 

Sukses DEAR BASKETBALL Kobe pun mengungkapkan bahwa dirinya memang memiliki keinginan menjadi penulis dan pencerita. “Saat itu tanggapan orang-orang adalah, ‘Sangat lucu. Kau akan depresi ketika karier berakhir dan kembali bermain’. Saya sering mendengarnya. Sehingga bisa berada di penghargaan Oscar dan membuat pembuktian, rasanya sangat gila

 

Menang Oscar, Kobe Bakal Bikin Film Panjang

 

Banyaknya pujian yang disematkan kepada Kobe memang patut membuatnya berbangga hati. Tak berhenti di DEAR BASKETBALL saja, Kobe bahkan menyimpan asa untuk membuat film panjang. “Tentu kami telah merencanakan membuat film yng lebih panjang. Rencana itu sudah ada, beberapa skrip tengah digarap. Aku tahu tampaknya sulit, tapi harus dicoba,” jelas Kobe optimis.

 

Sekedar informasi, kesuksesan DEAR BASKETBALL ini sejatinya karena banyak pihak seperti salah satunya adalah sosok Keane yang berperan sebagai sutradara.Keane sendiri sudah pernah terlibat dalam film Disney seperti BEAUTY AND THE BEAST dan ALADDIN. Dirinya juga turut mengajak Jophn Williams yang sukses mengisi scoring STAR WARS.

 

 

Ian Wright: Pemain Arsenal Telah Biarkan Wenger Tersungkur

Nasib Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal selama 22 tahun semakin di ujung tanduk. Menurut mantan pemain sepakbola professional yang kini aktif sebagai komentator di berbagai TV olahraga seperti BBC Sport, Ian Wright memberikan komentar cukup pedas jika para pemain Arsenal telah turut andil dalam menurunnya karir Arsene Wenger. Mereka telah membiarkan Wenger tersungkur.

Kepercayaan yang Hilang

Klub asuhan Wenger dibuat tidak berdaya ketika berhadapan dengan Manchester City di final Piala Carabao pada hari Minggu di Wembley dengan skor telak 0 – 3 untuk City.Sejak saat itu juga, Wenger menapatkan kritik yang begitu pedas atas penampilan klub yang kian menurun.Wright, yang berbicara dalam acara The Debate di Sky Sports, mengkritik para pemain yang telihat begitu kendor di Wembley dan di pertandingan lainnya yang membuat nasib Wenger semakin tak menentu di Emirates untuk musim kontrak terakhirnya pada 2018/19.

Wright mengatakan: “Ini benar-benar sangat buruk bagaimana akhirnya (Arsenal) di final pada hari Minggu kemarin. Saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan anak laki-laki sekarang (para pemain Arsenal) untuk mengembalikan kepercayaan yang telah ditunjukkan manajer kepadanya. Saya pikir mereka telah mengecewakannya dalam banyak kesempatan, dan mereka melakukannya lagi pada hari Minggu.”

Menurut Wright, lemahnya para pemain Arsenal mulai terlihat ketika skor menunjukkan 2 – 0. Mereka terlihat begitu lemah dan dalam hal final Piala Carabao, bagi Wright ini adalah hal yang sulit untuk ditonton. Menurutnya, para pemain tidak melakukan pertandingan tersebut untuk sang manajer. Bahkan, tidak ada rasa tanggungjawab dari para pemain kepada Wenger.

Di sisi lain, Wenger juga tidak menunjukkan apa yang seharusnya ditunjukkan. Wright mengharapkan, di akhir karirnya atau paling tidak menjelang kontraknya berakhir, Wenger melakukan gebrakan yang dinamis dan bekerja keras untuk masuk ke Liga Eropa, tapi hal ini tidak terjadi. Ini semakin menguatkan tentang rencana pergantian Wenger dengan manajer lain. Mungkin, ini sudah waktunya bagi Wenger.

Mungkinkah Diego Simeone atau Antonio Conte Gantikan Wenger?

Pembicaraan tentang penggantian Wenger telah berlangsung beberapa tahun dan kini mendekati puncaknya. Sebelumnya, sudah ada beberapa nama yang diprediksikan akan menggantikan posisi Wenger. Mereka dalah Diego Simeone dan Antonio Conte.Hanya saja, sejauh ini siapa yang menggantikan Wenger masih berupa spekulasi dan belum ada konfirmasi resmi dari Arsenal.

Andy Townsend, komentator lain di acara The Debate bersama Wright juga turut memberikan tanggapan tentang hal ini. Dia menegaskan bahwa memang ada perubahan taktik yang dibutuhkan dan gaya bermain menarik yang menjadi ciri khas Wenger di klub, tapi itu belum tentu penting bagi masa depan klub. Townsend juga berpendapat dibutuhkan orang yang mampu memahami banyak hal di tubuh Arsenal.

Dia berkata: “Saya pikir itu akan membutuhkan perubahan taktik, perubahan mentalitas, saya akan meminta seseorang di luar untuk mewujudkan gagasan mereka, mempercayai gagasan mereka. Dia menambahkan; “Saya tidak berpikir Anda akan mendapatkan Diego Simeone, tapi itu adalah flip yang akan mengubah klub. Dia adalah manajer yang penuh gairah.”

Wright juga menambahkan: “Saya pikir itu baru saja berjalan, dan para pemain dapat merasakannya.Hal ini (sudah) sampai pada titik di mana di (Wenger) berada di jalan buntu, dinding bata, dan para pemain juga bisa merasakannya.””Perlu seseorang untuk masuk dan menggoyang tempat itu sedikit,” imbuhnya. Mungkinkah Arsenal akan segera mencari pengganti Wenger dalam waktu dekat? Kita akan tunggu kabar selanjutnya.